
LAMBAR-Pekon Mutar Alam Kecamatan Way Tenong, merupakan
hasil penilaian evaluasi ditingkat propinsi lampung,dimana pekon ini berhasil
menunjukan bahwa program-program pembangunan yang telah dilaksanakan mendapat
respon dan dukungan dari masyarakatnya.
Peran serta masyarakat itu terbukti
setiap ada program masyarakatnya berpartisipasi melalui peningkatan swadaya.
Kegiatan yang dilaksanakan secara menyeluruh itu merupakanm
sarana bagi pemerintah propinsi untuk mengukur,mengevaluasi hasil-hasil
pembangunan yang dilaksanakan oleh pekon/desa,dalam evaluasi perkembangan
pekon.

Ada dua kegiatan inti yang dilakukan yaitu evaluasi dan penilaian. Aspek
yang dinilai dan dievaluasi adalah perkembangan pembangunan atas usaha
pemerintah bersama-sama dengan masyarakat pekon.
Dari hasil penilaian yang telah dilaksanakan beberapa waktu
lalu, Pekon Semarang Jaya Kecamatan Air Hitam terpilih sebagai juara dan
berhak mewakili Lambar pada evaluasi perkembangan pekon tingkat Provinsi
Lampung.
Keberhasilan itu,ujar wakil Bupati Mad Hasnurin,mengatakan bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan mendapat respon dari
masyarakatnya.
Hal ini ditunjukkan dengan kepedulian masyarakat untuk mendukung
setiap program yang ada dengan ikut membantu pemerintah melalui peningkatan
swadaya masyarakat.

Mengenai keberhasilan pembangunan yang
telah dicapai oleh masyarakat pekon Mutar Alam Kecamatan Waytenong ini adalah
bukti diraihnya gelar juara pada evaluasi perkembangan pekon tingkat propinsi yang
selanjutnya akan mewakili kabupaten lampung barat.
Dalam evaluasi perkembangan
pekon tingkat propinsi lampung yang pada hari ini akan dievaluasi,ungkapnya.
Wabup menambahkan, evaluasi perkembangan pekon ditingkat
provinsi ini diharapkan hasilnya nanti dapat menjadi salahsatu tolok ukur dari keberhasilan
pembangunan dipekon dalam berbagai bidang terutama bidang pemerintahan,
pembangunan dan kemasyarakatan.
Hasil lomba ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi
pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan sebagai upaya untuk
pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lambar.

Selain itu, juga dapat
dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi jajaran Pemkab Lambar untuk upaya
peningkatan kedepanya.
Dalam acara tersebut dihadiri Gubernur Lampung yang di
wakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik heresia Sormin, SH..
Beseta Tim Penilai Lomba Pekon dan BUMdes, Wakil
Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin, Ketua TP PKK Lambar Partinia Parosil, Kepala OPD Lambar , Unsur Forkompinda, Unsur
Muspida dan Undangan Lainnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik Theresia Sormin, SH menyampaikan terkait dengan evaluasi terhadap
efektivitas penyelenggaraan pemerintah desa maka pemerintah menerbitkan permendagri.

No.81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan evaluasi
ini guna mengetahui efektivitas dan
status perkembangan serta tahapan kemajuan desa atau pekon.
Melalui instrument ini dapat menilai serta menentukan status
tertentu dari pencapain hasil tingkta perkembangan desa dalam peneyelenggaraan
pemerintah kewilayahan dan kemasyarakatan.
Salah satu tahapan dalam rangka
evaluasi adalah perlombaan desa, meliputi bidang pemerintahan , bidang
kewilayahan ,dan bidang kemasyarakatan desa dengan 69 indikator penilaian.
Di kabupaten lampung barat, pelaksanaan evaluasi
perkembangan pekon dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
diikuti oleh 15 pekon yang mewakili 15 kecamatan yang ada di lampung
barat.
Dari hasil penilaian yang telah
dilaksanakan beberapa waktu lalu, maka pekon mutar alam kecamatan way tenong
terpilih sebagai juara dan tentunya berhak mewakili kabupaten lampung barat
pada evaluasi perkembangan pekon tingkat propinsi lampung.
Pihaknya berharap bahwa evaluasi perkembangan pekon yang dilaksanakan selama ini bukan
hanya sekedar menjalankan amanat peraturan menteri dalam negeri saja.
Tetapi
evaluasi perkembangan pekon ini hendaknya benar-benar dapat kita jadikan
sebagai salah satu tolak ukur dari keberhasilan pembangunan di pekon/desa dalam
berbagai bidang terutama bidang pemerintahan.
Pembangunan dan kemasyarakatan.
disamping itu dari perlombaan ini dapat dijadikan acuan oleh pemerintah daerah dalam
menentukan prioritas pembangunan dalam rangka pemerataan pembangunan di seluruh
wilayah kabupaten Lambar.
Selanjutnya perekonomian lambar didominasi sektor pertanian
mencapai 59 % lebih dan dikabupaten lambar dengan luasan lahan budidaya yang
sangat sempit angka kemiskinan mencapai 13,46%.
Berdasarkan perhitungan
indeks kemajuan desa Provinsi Lampung tahun 2017 Kabupaten Lambar masih
terdapat 19 Pekon tertinggal menjadi pengembangan BumPekon sebagai lumbung
ekonomi pedesaan.
Dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah merupakan ekonomi
pedesaan dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu hal yang
penting.
Untuk itu dari 131 Bumpekon yang ada di kabupaten Lambar diharapkan
juga akan menunjang target kinerja Bupati Lambar 2017-2022 dengan Pitu program
unggulan dimana terdapat 3 target kinerja terhadap Bumpekon yaitu adanya
BumPekon yang mengelola Pekon wisata
,yang memiliki unit usaha pemasaran kopi dan mengelola lumbung padi .
(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar