
LAMBAR- Menggiatkan literasi di Indonesia masih menjadi tantangan, terutama di kawasan pedesaan, Hal ini terkait dengan minimnya akses terhadap buku yang menjadi salah satu faktor rendahnya minat baca.
Membaca-Menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas
penting dalam hidup,sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan
dan kesadaran literasi,budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik
mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat.
Pilar prinsip pembelajaran ini sepenuhnya didasarkan pada
kemampuan literasi pisa mendefinisikan bahwa literasi sains adalah
kemampuan menggunakan pengetahuan sains.
Mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan
berdasarkan bukti bukti dalam rangka memahami karakteristik sains sebagai
penyelidikan ilmiah.
kesadaran akan betapa sains dan teknologi
membentuk lingkungan material, intelektual dan budaya, serta keinginan untuk terlibat
dalam isi-isu terkait sains sebagai manusia yang reflektif.
Literasi sains juga didefinisikan sebagai
pengetahuan, nilai-nilai dan kemampuan siswa saat ini yang dihubungkan dengan
kebutuhan masa yang akan datang .
Melihat hal tersebut, beberapa pihak mencoba melakukan
inisiatif untuk berkontribusi meningkatkan literasi masyarakat.
Beberapa di
antaranya adalah Bupati kabupaten lampung barat ,HI. Parosil Mabsus,penggiat
Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Mengatakan tentang pengalaman mereka dalam
mendekatkan buku kepada masyarakat.
Pihaknya terus menggalakkan pengenalan buku kepada
masyarakat,menurutnya, perpustakaan memiliki peran yang penting dalam membangun
literasi di suatu wilayah.
Oleh karena itu,memberdayakan perpustakaan di desa menjadi
penting hal inilah yang kemudian membuat semua pihak terus bergerak dan
besinergi mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Lampung Barat sebagai
kabupaten Literasi.
Dan merealisasikan Padang Tambak sebagai Pekon Literasi
merupakan salah satu barometer keberhasilan penerapan perbup literasi sebagai
panduan dalam mewujudkan Lambar kabupaten literasi.
Supaya agar perpustakaan menjadi sesuatu yang dapat
ditonjolkan dari Desa Padang Tambak.“Sebab, perpustakaan menjadi sumber
informasi bagi masyarakat,” jelasnya.
Lanjud Bupati Parosil mabsus,upaya menggiatkan literasi
tidak hanya berasal dari perangkat desa masyarakat sipil juga turut aktif dalam
berkontribusi mengenalkan buku kepada masyarakat melalui TBM.
Artinya,apa saja upaya yang dilakukan TBM dipekon literasi
di Padang Tambak Way Tenong untuk mendekatkan buku kepada masyarakat adalah
upaya pertama yang dilakukan TBM.
Pendekatan itu dilakukan di berbagai lapisan
masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Mencintai buku tidak
hanya ditanamkan semenjak dini tetapi juga bagaimana orang tua mengajarkan
anak-anaknya agar senang membaca,” papar Parosil .
Ia menjelaskan, dalam menyaring informasi, anak-anak perlu
memiliki figur yang tepat untuk mengajarkan mereka.
Orang tua jadi memiliki peran penting dalam kegiatan membaca
anak-anak mereka. “Menggandeng orang tua untuk menanamkan cinta terhadap buku
penting untuk mendampingi anak-anak dalam membaca,” tambahnya.
Dengan adanya TBM,menumbuhkan gemar membaca di lingkungan
keluarga dengan melibatkan orang tua dan anak memang menjadi salah satu tujuan
TBM,menggiatkan literasi di Indonesia memang masih menjadi tantangan.
Terutama akses terhadap informasi itu sendiri,di era digital
seperti sekarang, upaya menggiatkan literasi menjadi tantangan yang lebih
sulit.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus ,menjelaskan bahwa saat
ini, semua orang bisa memproduksi informasinya sendiri berkat internet, semua
orang bisa jadi pewarta.
“Oleh karena itu,
diperlukan pemahaman yang baik mengenai literasi, khususnya kepada generasi
digital sebagai pengguna internet terbanyak,” jelasnya.
Seperti halnya di pekon Padang Tambak Jadi Percontohan Pekon
Literasi,Alhamdulilah, penerapan perbup literasi No 19 tahun 2018 dan agenda
pencanangan lambar kabupaten literasi beberapa waktu yang lalu perlahan mulai
membuahkan hasil.
Kini berbagai komunitas dan jejaring literasi semakin tumbuh
dan bermunculan,juga lahir nya puluhan taman/pojok baca di beberapa tempat di
Lambar.
Hal itu dilakukan secara gotong royong oleh rakyat yang
sadar.Tak hanya itu, saat ini,secara bersama, pekon literasi di Padang Tambak
Way Tenong sedang proses pembangunan.
Mudah-mudahan tak lama lagi terwujud, kata
Pria berjuluk Bupati lambar,Parosil Mabsus ini kepada Koran Editor, Selasa (7/8/2018).
Untuk itu, terkait pembangunan pekon liteasi, Parosil
Mabsus, mantan Guru Honorer yang dipercaya mengemban amanah rakyat ini,mengucapkan
terimakasih banyak kepada semua pihak.
Yang telah mendukung dan memfasilitasi perkembangan gerakan
literasi di pekon padang tambak di way tenong lambar.
Baik itu para donatur, penggiat literasi semua tingkatan,
relawan, aparatur pemerintahan, khusus nya bagi warga yang sudah ikhlas membantu
pemerintah dengan menjadikan rumah pribadi nya sebagai lokasi Lamban Baca.
Terimakasih kepada ester Jusuf dengan rebung cendani nya,Camat
Way Tenong, peratin padang tambak, Perpusda Lambar, relawan literasi, dan semua
pihak terkait yang turut berpartisipasi.
Dan Ingat ya, perjuangan masih panjang, jagan ngoyo, masih
ada hari esok, simpan đan pergunakan baik-baim energi kita dalam berliterasi di
Lambar. Tetap semangat, dan jangan pernah lelah berbuat kebaikan kata almuni
FKIP UNILA ini.
Gerakan literasi Lambar menjadi sarana advokasi dan edukasi
untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Lampung Barat yang pada
keinginannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang cerdas, inovatif,
dan berpengetahuan.
Keseriusan dan komitmen tersebut juga sudah dituangkan lewat
peraturan Bupati No.19 tahun 2018 semoga seluruh kabupaten kota se-Provinsi
Lampung dapat mencontoh dan turut serta menjadikan daerahnya menjadi daerah
literasi.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar