
PESIBAR- Rakor Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida
(KP3) kabupaten pesibar
Dipimpin lansung oleh Sekretaris Daerah, Drs.Azhari.M.M.,didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, rapat koordinasi ini diikuti berbagai elemen masyarakat.
Dipimpin lansung oleh Sekretaris Daerah, Drs.Azhari.M.M.,didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, rapat koordinasi ini diikuti berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya Sekretaris Daerah kabupaten Pesibar,
menyambut baik dengan digelarnya kegiatan ini karena hal ini sangat baik dan
terkandung yang tujuan mulia untuk menyejahterakan petani,

“Saya sendiri anak
petani, setelah pensiun nanti juga ingin bertani,problem selama ini sering
terjadi kelangkaan pupuk disaat dibutuhkan oleh petani. Saya harap ini tidak
terjadi dikabupaten Pesibar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini Sekda,berharap bisa menyamakan
persepsi untuk bersama sama menjaga stok pupuk dan pestisida agar para petani
bisa menanam dengan baik, panen maksimal sehingga kebutuhan pangan dikabupaten
pesibar bisa dipenuhi secara optimal.
“Jangan sampai pupuk bersubsidi disalahgunakan keberadaanya
oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga bisa merugikan
kepentingan petani,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten
pesibar,Ir.Jalalludin.M.P,mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan
pupuk dan pestisida di pasaran dan juga terjamin keasliannya, tepat sasaran dan
tepat harga sesuai HET yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.
“Setelah ini diharapkan peredaran pupuk dan pestisida lebih
tepat sasaran sampai ke tingkat petani atau kelompok tani dan tepat harga
sesuai HET pupuk bersubsidi, serta dapat mencegah terjadinya kelangkaan pupuk
bersubsidi atau bahkan pemalsuan pupuk dan pestisida di wilayah kabupaten
pesibar.
Sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman pertanian” ungkap
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Berdasarkan hasil uji
coba yang dilakukan di kabupaten lampung selatan di 5 (Lima) kecamatan sejak tahun
2016 yang lalu, persoalan- persoalan dalam distribusi pupuk bersubsidi dapat
diatasi khususnya dalam pencapaian 6 (Enam) tepat.
Bahkan secarateknis “Sistemonline” tersebut memudahkan dalam
sistem monitoring dan evaluasi karena
stakeholders dapat memantau secara periodik kemudian harga sesuai Het dan
subjek penerima/kelompok sasaran yang jelas dan RDKK yang wajib akurat.
Sektaris Daerah kabupaten pesibar,(Sekda) Drs.Azhari.M.M.,mengatakan,setelah
melalui proses yang cukup panjang melalui pengkajian pembelajaran kebeberapa
daerah di indonesia (Jawa Tengah Dan Sumatera Barat) dan diskusiintensif ditingkat
pusat termasuk dengan Pihc.
Selama lebih dari 1 (satu) tahun maka tersusunlah formula
instrumen distribusi pupuk bersubsidi model dengan pola billing system yang
tertuang dalam peraturan gubernur lampung nomor 99 tahun 2016 dan petunjuk teknisnya,Ucapnya.
Masih kata sekda,ini difasilitasi oleh PT.Bank Lampung, pola
distribusi billing system ini bertujuan untuk menyederhanakan prosedur
penebusan dan penyaluran pupuk bersubsidi karena petani/kelompok tani
menyetorkan uang pembelian langsung ke Bank lampung dengan harga Het dan pupuk
langsung bisa diambil di kios.Inbuhnya.
Lanjut sekda,Pada tahun 2018 ini, pola distribusi Billing
System pupuk bersubsididi kabupaten pesisir barat ini,baru diujicobakan di satu
kecamatanya itu karya penggawa, yang terdiri dari ,51 (Lima Puluh Satu) kelompok
tani,12 (Dua Belas) gapoktan,12 (Dua Belas) pekon,2 (Dua) kios pupuk
bersubsidi,2 (Dua) distributor.
Berdasarkan gagasan gubernur lampung M. Ridho Ficardo,pemerintah
provinsi lampung telah menetapkan peraturan gubernur Nomor 99 tahun 2016
tentang pola distribusi pupuk bersubsidi sektor pertanian di provinsi lampung
yang juga telah ditindaklanjuti dengan petunjuk teknis pelaksanaan peraturan
gubernur lampung tahun 2016.
Dasar pemikiran penetapan peraturan gubernur lampung Nomor
99 tahun 2016 tersebut adalah “Fenomena Berulang” yang sudah berlangsung lama
yang dicermati oleh Gubernur Lampung antara lain.
Langkanya pasokan pupuk lonjakan harga, yang disebabkan oleh
factor-faktor antara lain,alokasi pupuk bersubsidi yang lebih kecil dari
kebutuhan pertanaman,terjadinya perembesan pupuk bersubsidi kepasar bebas.
penyusunan RDKK yang tidak akurat,karena biasanya petani
merancang kebutuhan lebih besar dari luas pertanaman sesungguhnya dan ada
kecenderungan penggunaan pupuk overdosis,alokasi pupuk bersubsidi yang lebih
rendah dari usulan RDKK.
Secara khusus kabupaten pesisir barat tahun 2018 mendapatkan
alokasi pupuk bersubsidi berupa pupuk urea 6.173 ton dari usulan rdkk 15.046
ton (41%), pupuk sp-36 950 ton dari total usulan rdkk 7.480 ton (13%), pupuk
npk 3.600 ton dari total usulan rdkk 14.844 ton (24%),pupuk za 430 ton dari
total usulan 1.723 ton (25%), dan pupuk organik 600 ton dari total usulan 2.847
ton (21%),Jelasnya.
Acara pembukaan rapat koordinasi komisi pengawasan pupuk (KP3)
kabupaten pesisir barat tahun 2018 dihadiri, wakil bupati pesisir barat,ketua
dan anggota DPRD kabupaten pesibar.
Unsur forkopimda,sekretaris daerah, pejabat
tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan pemerintah kabupaten pesisir
barat,kepala PT. Pusri Dan PT. Petrokimia PPD Lampung.
Pimpinan Bank Lampung
Kantor Cabang Krui,kepala BPP, PPL, POPT, distributor, penyalur pupuk
bersubsidi dan kelompok tani se-kabupaten pesisir barat Kamis (9/8/2018) yang
bertempat di RM Ceria Laay,Pekon Laay .
Masih kata sekda,pada tahun 2019,Pemkab pesibar mengharapkan
kecamatan lain dapat menyusul untuk segera melaksanakan Billing System Ini,sebagai
langkah awal,dapat dipersiapkan administrasi kelengkapannya antara lain.
RDKK; Billing
System Tahun 2019,Nomor Rekening Bank Lampung untuk kelompok tani,Nomor
Rekening Bank Lampung Untuk Kios Pengecer,data individual kelompok tani (Terdiri
Dari Nama Poktan, No Registrasi Poktan, No Rekening Bank Lampung, Contact Person
Ketua Poktan, Alamat Poktan),Data Individual Kios Dan Distributor (Terdiri Dari
Nama Distributor, Alamat, No Rekening, Contact Person, No Telp, Jenis Pupuk),Tutupnya.(Editorlambar.Com).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar