
LAMBAR-Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan
Kabupaten Lampung Barat memberi pembekalan kepada lima puluh anggota pasukan
Pengibar Bendera Pusaka Tahun 2018 yang dilaksanakan acara di Wisma Sinda Lapai (13/8).
Adapun materi
yang diberikan berupa “Wawasan Kepemudaan”.Penyaji materi tunggal pada
kegiatan ini adalah Wakil Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Lampung Barat
Drs. Sandarsyah.
Hadir dalam acara kegiatan tersebut Kasi Pemberdayaan dan
Pengembangan Pemuda Asroruddin,S.IP, Kasi Kemitraan dan organisasi Pemuda,
Yusri, S.Sos, dan para pelatih Paskibraka Kabupaten Lampung Barat.
Wakil
Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah mendampingi
Ketua Koalisi Kependudukan setempat Drs. Tono Suparman mengatakan,materi yang diberikan berupa “Wawasan Kepemudaan”.
Artinya,penyaji materi tunggal pada kegiatan ini adalah Wakil Ketua Koalisi
Kependudukan Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah.
Menurut Sandarsyah, membicarakan remaja merupakan hal yang
penting dan strategis, karena secara kwantitas jumlah pemuda cukup besar.
Untuk
tingkat dunia jumlah remaja ada sebesar 25 persen dari penduduk dunia,sedangkan menurut data Sensus Penduduk tahun 2010 jumlah remaja Indonesia
berjumlah 64 juta atau 27,6 persen dari jumlah penduduk 237.6411.236.
Sedangkan
untuk Lampung jumlah remajanya 2.198.759 atau 26,58 persen dari jumlah penduduk
7.932.132 jiwa.
Para Remaja hendaknya memperhatikan Triad Kesehatan
Reproduksi Remaja (KRR) yaitu NAPZA (Narkotika, Psikotrofika, dan Zat Adiktif
lainnya), Prilaku seks bebas, PMS-HIV/AIDS, dan Pendewasaan Usia Perkawinan. Triad
KRR ini hendaknya harus dihindari, kalau mau menjadi remaja/pemuda yang sehat
dan berkualitas.
Remaja berkualitas ini diperlukan dalam menghadapi
persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Di Era ini akan masuk dari
luar negeri bukan saja komoditas barang, tetapi juga tenaga kerja, produk jasa
dan modal. Kalau remaja sebagai calon penduduk produktif kalah bersaing di era
ini, maka akan menjadi persoalan bagi dirinya
dan pemerintah.
Begitu juga Indonesia mau tidak mau akan menyongsong era
Bonus Demografi pada 2012 – 2045 dengan terdapatnya jendela peluang antara
tahun 2028 – 2031.
Kondisi ini juga memerlukan remaja yang sehat, berkualitas
dan berkarakter agar ia dapat produkitif dan dapat menanggung kesejahteraan keluarganya
pada saat ia sudah berkeluarga nanti.
Dengan demikian pemuda hendaknya menjadi pelaku pembangunan,
bukan menjadi objek pembangunan. Lalu pemuda hendaknya dapat mengoptimalkan
potensi dirinya untuk menjadi tenaga dan energi perubahan. Serta pemuda yang
dapat menjadi harapan dalam mengatasi permasalahan pembangunan.
Oleh karena itu Indonesia memerlukan remaja yang
berintegritas yaitu remaja yang jujur dapat dipercaya,berkarakter,bertanggung
jawab,dan konsisten.
Indonesia memerlukan Remaja yang mempunyai etos kerja
yaitu semangat kerja, daya saing,optimis, inovatif, dan produktif.
Terakhir Indonesia
membutuhkan remaja yang mempunyai sifat gotong royong yaitu kerjasama,
solidaritas, tolong menolong, peka, komunal, dan berorientasi pada kepentingan
masyarakat, pungkas Sandarsyah. (Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar