
PESIBAR-Bupati Pesisir Barat DR.Drs.H. AGUS ISTIQLAL,SH,MH
selama 3 (tiga) tahun kepemimpinannya
telah menjalankan berbagai program untuk
mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang mandiri, madani dan sejahtera.
Disalah satu program tersebut adalah Program pembukaan badan jalan dari pekon
Way Heni menuju pekon Way Haru.
Program ini merupakan program dari Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 yang
lalu.
Pembangunan ruas jalan tersebut diawali dengan
ditandatanganinya perjanjian kerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit
Barisan Selatan (BBTNBBS) pada tanggal 16 Februari 2016.
Perjanjian tersebut bertujuan untuk membuka akses jalan dari pekon Way Heni menuju pekon Way Haru yang melintasi Taman Nasional Bukit
Barisan Selatan (TNBBS),dimana jalan tersebut akan dipergunakan.

Untuk akses masyarakat yang diharapkan perekonomian masyarakat
setempat bisa berkembang dan digunakan
untuk jalan patroli TNBBS.
Selama ini sebelum dibukaknya badan jalan tersebut oleh
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat jarak
tempuh perjalanan dari pekon Way Heni
menuju pekon Way Haru .
Membutuhkan waktu 3 s,d 5 jam tergantung cuaca dengan
menggunakan kenderaan roda dua/gerobak sapi, tentunya dengan Biaya perjalanan sangat mahal mengingat
sulitnya medan yang ditempuh. Harga ojek sepeda motor bisa beskisar dengan Rp. 500.000,- untuk pulang pergi.
Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Pesisir Barat dan
lintas sektor terkait badan jalan pekon way heni menuju pekon way haru telah
berhasil dibukakan badan jalan dengan
ruas jalan sepanjang ±15 km dan peningkatan jalan Base B sepanjang ±3 km.
Dan Pada tahun anggaran 2017, Dengan dibukanya akses jalan
untuk dari pekon way heni menuju pekon Way
Haru sangat memudahkan aksesbilitas Saat
ini kendaraan roda empat telah bisa
melewati akses jalan tersebut menuju Pekon Way Haru, Way Tias, Siring Gading,
dan Bandar Dalam.
Tentu saja Pembukaan badan jalan ini memiliki implikasi yang
sangat positif, khususnya bagi masyarakat yang berada di Pekon Way Haru, Way
Tias, Siring Gading, dan Bandar Dalam. selama ini masyarakat
yang berada di pekon- pekon
tersebut dikelilingi oleh hutan TNBBS tentunya salah satu daerah yang terisolir .
Saat ini dengan dibukanya badan jalan tersebut masyarakat
setempat dengan mudah mengakses perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda
empat dan dengan waktu ± 1.5 jam artinya
dalam waktu 3 jam pulang pergi.
Selain itu manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setempat
sangat banyak salah satunya dengan mudahnya untuk mendapat akses pelayanan
kesehatan,yang tadinya sulit untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan terkendala oleh perjalanan dan cuaca yang
kurang bersahabat, sekarang dengan mudah masyarakat setempat untuk mendapatkan berbagai macam fasilitas yang lebih baik dengan perjalanan yang singkat.

Dengan Pembukaan badan jalan ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
Pekon Way Haru, Way Tias, Siring Gading,dan Bandar Dalam.
Masyarakat setempat dapat
dengan mudah memasarkan hasil pertaniannya karena sudah mempunyai akses jalan yang baik.
Bila hasil pertanian masyarakat setempat dengan mudah dipasarkan maka diharapkan perekonomian
masyarakat meningkat pula,tentunya masyarakat
akan lebih sejahtera, maka akan terwujud visi dan misi Kabupaten Pesisir Barat.
Pada tahun anggaran
2018 direncanakan akan dilakukan pembangunan badan
jalan sepanjang tnbbs 5 km dan menuju wilayah pekon way haru serta pekon
lainya sepanjang 20 km dan akan dibangun 17 unit jembatan baik jembatan besar
maupun jembatan kecil.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam programnya tidak
hanya sebatas pembukaan akses balan jalan pada daerah terisolir saja,akan tetapi
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah menggratiskan seluruh pelayanan
perizinan yang berada di Kabupaten Pesisir Barat, terkecuali perizinan minuman beralkohol dan IMB saja yang belum digratiskan.
Lanjut Bupati Pesisir Barat DR.Drs. H AGUS ISTIQLAL,SH,MH. mendorong Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk terus meningkatkan
pelayanan pada masyarakat.
Dengan cara mempermudah dan mempercepat waktu
pengurusan perizinan,sehingga diharapkan nantinya banyak investor yang masuk ke
Kabupaten Pesisir Barat untuk berinvestasi.
Dengan harapan banyak investor yang akan berinvestasi
terutama di bidang pariwisata karena Kabupaten Pesisir Barat sangat besar
potensi pariwisatanya.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga terus berupaya memperhatikan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Hal ini dibuktikan dengan dilakukan penarikan kabel listrik
gratis ditahun 2017 di 4 (empat) Kecamatan yang pekonnya belum memiliki listrik
yaitu Kec. Bangkunat, Ngaras, Ngambur dan Pesisir Selatan.
Program ini merupakan program unggulan Bupati Pesisir
Barat, dan ditahun 2018 dilanjutkan pemasangan listrik gratis
untuk wilayah yang belum tercover pada tahun 2017.
Tidak hanya pemasangan KWH listrik gratis akan tetapi Bupati
Pesisir Barat juga berhasil mendorong pihak PLN untuk pemasangan kabel listrik
bawah laut untuk kecamatan Pulau Pisang.
Yang mana pada saat ini masih tahap pelaksanaan pembangunan pemasangan kabel listriknya, pemasangan kabel
listrik dimaksud terletak dari jalur pekon Tebakak menuju kecamatan Pulau
Pisang.
Diharapkan pemasangan kabel listrik tersebut akan selesai
pada akhir tahun 2018 ini dan insyallah diawal tahun 2019 nanti , masyarakat
Pulau Pisang sudah bisa menikmati penerangan listrik sama seperti masyarakat lainnya yang
berada di laur kecamatan pulau pisang.
Selama Tiga tahun kepeminpinan Bupati Pesisir Barat di negeri Para Saibatin dan para Ulama ini,
selama itu pula telah banyak perkembangan dan perubahan yang membawa Kabupaten Pesisir Barat lebih maju dan mandiri.
Dan diharapkan Bupati Pesisir Barat dapat terus membawa
perubahan dalam pembangunan serta dapat mewujudkan kesejahteraan bagi
masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat yang kita cintai ini. (Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar