
PESIBAR- Bupati Pesisir Barat Dr.Drs.H. Agus Istiqlal,
S.H.,M.H. mengatakan,sebagai mana kita ketahui bersama.
Bahwa bangsa indonesia merupakan Negara yang berasaskan
bhinneka tunggal ika yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu kesatuan
indonesia.
Namun disamping itu, dengan adanya perbedaan tersebut
mengandung potensi terjadinya konflik kepentingan antar kelompok yang
berbeda-beda.
Permasalahan yang paling sering terjadi di indonesia adalah
konflik antar pemeluk agama yang menyebabkan timbulnya kerawanan hubungan antar
umat beragama yang bersumber dari berbagai aspek diantaranya adalah.
Masih kata bupati ,Maksud Dan Tujuan dialok ini,untuk
memberikan gambaran Pencegahan Konflik Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA),yang
ada di Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam rangka mencegah konflik sosial bernuansa Suku, Agama,
Ras dan Antar-golongan (SARA) di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten
Pesisir Barat.

Dengan Sasaran Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang
Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.
Pasal 29 tentang kebebasan dalam beribadah untuk meningkatkan
toleransi serta kerukunan antar umat beragama,katanya.
Bupati menambahkan,Memberikan pemahaman kepada masyarakat
tentang akibat dan bahaya dari konflik SARA.
Sehingga perlu untuk diwaspadai dan dicegah agar tidak
terjadi di Kabupaten Pesisir Barat.
Pesan kepada masyarakat untuk menolak dan melawan paham
radikal di Kabupaten Pesisir Barat.
Mendorong tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di
Kabupaten Pesisir Barat untuk turut serta menjaga kerukunan antar umat beragama
dan menolak paham radikal,Ucapnya.
Untuk itu,Sifat dari masing-masing agama yang mengandung
tugas dakwah/Misi dari agamanya masing-masing .
Seperti islam, kristen, katolik, hindu, dan budha,kurang
adanya komunikasi antar pemimpin masing-masing umat beragama.
Dan kecenderungan fanatisme yang berlebihan yang mendorong
munculnya sikap kurang menghormati bahkan memandang rendah pihak lain.
Kamis (24/5) yang bertempat di GSG Selalaw Labuhan Jukung
.Hadir dalam acar tersebut, Kesbangpol Kabupaten Pesisir Barat.
Hadir dalam acar tersebut, wakil bupati pesisir barat,ketua
dan anggota DPRD kabupaten pesisir barat,unsur forkopimda kabupaten pesisir barat
dan kabupaten lampung barat.
Sekretaris daerah, pejabat tinggi pratama, pejabat
administrator, pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan pemerintah kabupaten
pesisir barat.
Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda
dan sai batin marga se-kabupaten pesisir barat ,(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar