
PESIBAR- Tingginya tingkat kriminalitas bukan lagi hal yang
asing lagi di beberapa tempat, bahkan anak-anak remaja sudah berani melakukan
tindakan kriminal. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan semua hal yang
menyangkut kriminal tersebut bisa terjadi .
Tindak kriminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum
atau sebuah tindak kejahatan, Pelaku kriminalitas disebut seorang criminal,biasanya
yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok atau teroris.
Tidak bisa dipungkiri, kriminalitas sudah menjadi bagian
dari kehidupan bersosial dan bermasyarakat.
Kriminalitas pun tidak dilakukan dengan sendirinya,
melainkan karena ada niat dan kesempatan untuk melakukannya bahkan tindak
kriminalitas yang melibatkan kalangan usia remaja juga mengalami peningkatan
dari tahun ke tahun.
Apalagi kalau mau menjelang hari raya Idul Fitri maka aksi
kriminalitas marak terjadi belakangan ini .
Sebenarnya dampak kepadatan penduduk yang terjadi
dikabupaten pesibar, yaitu karena jumlah pengangguran menjadi meningkat akibat
kurangnya lapangan pekerjaan sehingga memicu peningkatan angka kemiskinan.
Seperti kegiatan mencuri, menipu, pencopetan dan perampokan
yang disertai dengan kekerasan yang belakangan ini masih sering terjadi.
Tidak menutup kemungkinan dan memang banyak fakta di
lapangan yang menjadi faktor mengapa banyak orang mulai nekat untuk melakukan
aksi kejahatannya juga didasari oleh kebutuhan dalam mencukupi efek ketagihan
obat-obatan terlarang bagi mereka yang sudah menjadi pecandu.
Tidak peduli dengan kebutuhan sehari hari selain bagaimana
mereka bisa mendapatkan uang secara instan lalu bisa membeli obat -obatan yang
sudah menjadi kebutuhan utamanya sejak i menjadi pecandu.
Seseorang yang sudah kecanduan atau seseorang yang memiliki mentalitas
yang labil pasti akan mempunyai jalan pikiran yang singkat tanpa memikirkan
dampak yang akan terjadi.
Layaknya seorang preman jika ingin memenuhi kebutahannnya
mungkin dia hanya akan menggunakan cara yang mudah seperti meminta pungutan
liar, pemerasan dan lain sebagainya.
Tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pesisir Tengah
makin menjadi. Banyak warung-warung di kota Krui yang dibobol maling, utamanya warung
yang ada disepanjang kawasan Pantai Labuhan Jukung sampai Pantai Walur, Krui.
Seperti halnya yang terjadi di Kongkow Coffee Kamis (7/6)
pukul 02.00 wib.Setelah kawanan maling 27 April 2018 lalu berhasil menggondol
Megicom, Blender, Susu,Telor, Dispenser, Tabung gas elpgi dan
lain-lainnya.
Kali ini Maling yang spesial beraksi menggunakan mobil pick
up bahkan mobil box tersebut sempat mengangkat Kulkas sehingga berada diluar
warung Kongkow Coffee,tapi karena kepergok pak Samsul (Yang Nunggu Lokasi Rumah
Apung) hanya Tabung gas dan magicom yang berhasil digondol.
"Alhamdulillah Kulkas ketemu diluar warung. Belum
sempat diangkat karena maling nya kabur dipergoki pak Samsul", Terang Dedi
Adlin Barista Pemilik dan Pengelola Kongkow Coffee, yang terletak di lapangan
Kijang, Seray, Krui.
Banyak alasan kriminalitas meningkat,baik dari faktor
ekonomi maupun dari faktor kinerja aparat hukum utamanya kepolisian sektor
pesisir tengah, "Usai pergantian Kapolsek Pesisir Tengah dari Pejabat lama
Fery Nanda yang asli Putra daerah Krui ke pejabat baru pada April 2018 lalu.
Memang tingkat kriminalitas meningkat,Baik pencurian
warung-warung oleh anak-anak nongkrong yang iseng sampai pencoleng yang maling
dengan kendaraan mobil box,", ungkap Ahmad Warga Pekon Seray Krui kepada editor
lambar kemaren.
"Kami mengharapkan ada Patroli dari kepolisian utamanya
di jalur pariwisata labuhan Jukung sampai Walur. Masa iya maling nya gak kapok,
maling ditempat yang sama sampai 2x", imbuh nya. (Editor Lambar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar