
LAMBAR -Buhippun/Buhimpun secara bahasa terdiri dari bu -
ber –melakukan,hippun diartikan sebagai kegiatan kumpul, mengumpulkan,
menghimpun (Pendapat), atau menjaring aspirasi warga.
Buhippun adat artinya kegiatan musyawarah yang dilakukan penyimbang adat berkaitan dengan peristiwa, perihal atau urusan adat istiadat dan budaya setempat,misalnya buhippun mengenai rencana acara buakhak atau prosesi ngarak (Arak-Arakan) pengantin di jalan papekonan (Desa) tentang formasi, pihak-pihak tuha khaja yang terlibat, dan alat-alat yang digunakan.
Dengan demikian buhippun artinya melakukan kegiatan musyawarah untuk mencapai kesamaan pendapat atau kata sepakat (Supaya Mencapai Kesepakatan, Kesepahaman) terhadap rencana, kegiatan, peristiwa, atau cara pemecahan masalah tertentu.
Buhippun merupakan anonim dari suatu upaya untuk mencapai atau mencari kesepakatan, maksudnya usaha menghimpun pendapat khalayak agar suatu rencana dan keputusan yang diambil bersama lebih aspiratif dan mewakili semua lapisan sosial.
Secara ringkas, Buhippun dapat diartikan sebagai kegiatan musyawarah untuk mencapai mupakat,Istilah ini umumnya digunakan masyarakat adat Saibatin lima marga Kalianda dan sekitar utk menyebut kegiatan musyawarah.
Buhippun adat artinya kegiatan musyawarah yang dilakukan penyimbang adat berkaitan dengan peristiwa, perihal atau urusan adat istiadat dan budaya setempat,misalnya buhippun mengenai rencana acara buakhak atau prosesi ngarak (Arak-Arakan) pengantin di jalan papekonan (Desa) tentang formasi, pihak-pihak tuha khaja yang terlibat, dan alat-alat yang digunakan.
Dengan demikian buhippun artinya melakukan kegiatan musyawarah untuk mencapai kesamaan pendapat atau kata sepakat (Supaya Mencapai Kesepakatan, Kesepahaman) terhadap rencana, kegiatan, peristiwa, atau cara pemecahan masalah tertentu.
Buhippun merupakan anonim dari suatu upaya untuk mencapai atau mencari kesepakatan, maksudnya usaha menghimpun pendapat khalayak agar suatu rencana dan keputusan yang diambil bersama lebih aspiratif dan mewakili semua lapisan sosial.
Secara ringkas, Buhippun dapat diartikan sebagai kegiatan musyawarah untuk mencapai mupakat,Istilah ini umumnya digunakan masyarakat adat Saibatin lima marga Kalianda dan sekitar utk menyebut kegiatan musyawarah.
Kuppulan atau kakuppulan artinya musyawarah atau rapat.
Kuppulan adat adalah rapat adat yang dilakukan oleh para penyimbang, tuha
khaja, atau tokoh-tokoh adat. Kuppulan pekon artinya musyawarah kampung/desa
(Istilah ini umumnya digunakan masyarakat adat Lampung barat).
Setiap masyarakat adat akan melakukan kegiatan sosial/kemasyarakatan, perencanaan pembangunan atau acara/resepsi Nayuh (Prosesi Resepsi Perkawinan Adat),acara nyambai, atau canggot (Acara Muli-Mekhanai - Bujang-Gadis), biasanya didahului dengan acara rapat atau musyawarah.
Setiap masyarakat adat akan melakukan kegiatan sosial/kemasyarakatan, perencanaan pembangunan atau acara/resepsi Nayuh (Prosesi Resepsi Perkawinan Adat),acara nyambai, atau canggot (Acara Muli-Mekhanai - Bujang-Gadis), biasanya didahului dengan acara rapat atau musyawarah.
Penyimbang adat yang
lazim disebut kuppulan adat,tujuan kuppulan ini agar acara tari dan berbalas
pantun muli-mekhanai berjalan dengan lancar dan menyenangkan pihak baya (Pihak
Yang Nayuh) .
Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Lampung
Barat akan menggelar kegiatan Festival Sekala Bekhak (FSB) V yang akan di
gelar berbarengan dengan Hippun adat Paksi Pak Sekala Bekhak pada Selasa, (10
Juli 2018) jam 09.30 WIB samapai selesai di Gedung Dalom Paksi Buay Belunguh
Kenali kecamatan Belalau.
Acara yang merupakan even tahunan dan merupakan salah satu
wahana promosi kepariwisataan di kabupaten paling ujung di Provinsi Lampung
itu.
Kepala DisporaparLambar Indra Kesuma, S.Sos., mengatakan,
penyelenggaran FSB V yang akan dihelat pada 10 Juli hingga 12 Juli inidiharapkan
dapat menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Lampung Barat dan menarik minat
Investor dalam menanamkan modal dibidang kepariwisataan serta bidang lain yang
berdampak pada kemajuan Kabupaten Lampung Barat.
Kemudian tujuannya adalah untuk Mempromosikan daya tarik
wisata serta seni budaya Lampung Barat, Meningkatkan kunjungan wisatawan
mancanegara dan nusantara ke Kabupaten Lampung Barat dan Membangkitkan gairah
bagi dunia usaha kepariwisataan.
”dengan sasaran Menarik minat Wisatawan Mancanegara dan
Nusantara untuk mengunjungi Festival Sekala Bekhak V dengan daya tarik wisata
dan budayanya, Terciptanya image yang positif terhadap Kepariwisataan Lampung
Barat, Sebagai spirit sumber penciptaan kreatifitas seni kekinian yang multidimensional
agar menjadi warisan pusaka generasi mendatang”, Paparnya.
Selanjutnya untuk Hippun Adat sendiri berdasarkan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (DPA-OPD) Dinas Kepemudaan
Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2018 dan Surat
Keputusan Bupati Lampung Barat tentang Pelaksanaan Festival Sekala Bekhak V
Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018.
Dijelaskanya, Hippun Adat (Musyawarah Agung para Sultan
Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak) merupakan bagian dari rangkaian acara “Festival
Sekala Brak V” “kehangguman” adat Paksi Pak Sekala Bekhak.
Dalam prosesi mengawali kegiatan Festival Sekala Bekhak V salah
satunya adalah rangkain di helatnya FSB yaitu dalam rangka menghimpun usul
saran dari Para Sai Batin Paksi Pak Sebagai Pewaris Kerjaan Adat Paksi Pak
Sekala Bekhak yang di yakini sebagai asal usul suku bangsa Lampung serta cikal
bakal peradaban di tanah Lampung para Sai Batin Paksi Pak Sekala Brak berperan
aktif dalam hal pembangunan dan Pengembangan Adat Budaya Kerajaan Paksi Pak
Sekala Bekhak dengan ikut merencanakan pembangunan.
Kemudian,Lampung Barat secara wilayah keadatan masuk dalam
wilayah Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak -Lampung.Hippun Adat digelar dan
diselenggarakan secara bergantian dari 4 Paksi yang ada dalam wilayah Kerajaan
Adat Paksi Pak Sekala Brak, dan untuk Tahun 2018.
Hippun Adat akan digelar di Gedung Dalom Paksi Buay Jalan
Diway yang akan dihadiri oleh Sultan dari Paksi Pak Sekala Brak serta Suntan
dari Marga-Marga yang diakomodir oleh Paksi Pak Sekala Brak, salah satunya
Suntan Marga Liwa. (Editor Lambar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar