
LAMBAR-Rapat yang telah di agendakan oleh anggota Banmus
Senen (9/4) di Gedung Margahasana.
diantaranya mendengarkan pidato Bupati Lampung Barat Hi.
Parosil Mabsus, S.Pd., terhadap Laporan Keterangan Partanggungjawaban Kepala
Daerah Tahun Anggaran 2017 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) tahun 2017-2022.
kemudian akan dilanjutkan dengan Pemandangan Umum
Fraksi-Fraksi DPRD dan Jawaban Pemerintah terhadap pemandangan umum
Fraksi-Fraksi DPRD.
“kita sudah bahas minggu lalu melalui Rapat Banmus, nah hari
ini dijadwalkan untuk dilaksankaan Paripurna secara maraton dan setelah solat
Zuhur telah direncanakan akan dilanjut dengan pemandangan umum fraksi DPRD.

Dilanjutkan dengan Jawaban Pemerintah dengan harapan anggota
DPRD, Eksekutif mempu menopang percepatan pembangunan Lambar,” jelas Ketua DPRD
Edi Novial, S.Kom. yang akrab disapa Bg Edi.
Sementara itu Berdasarkan pemaparan Bapati Lambar yang
akrab disapa Pak Cik, mengait Laporan Keterangan Partanggungjawaban.
Kepala Daerah Tahun Anggaran 2017 pihaknya menuturkan, Pendapatan
Daerah hingga tahun anggaran realisasinya menembus 1,070 triliun rupiah lebih
dengan target 1,094 triliun rupiah lebih.
Belanja Daerah, dengan realisasi 1,124 triliun rupiah
lebih dengan anggaran semula 1,175 triliun rupiah lebih yang terdiri dari belanja
langsung dan tidak langsung. Pembiayaan Daerah kata dia, Parosil Mabsus.,
menjelaskan.
Sisa Lebih Perhitungan Anggara (SiLPA) sebesar 27, 621
miliar rupiah lebih.berdasarkan perhitungan pendapatan.
Belanja dan pembiayaan
daerah tahun anggaran 2017 yang digunakan untuk penyertaan modal investasi
pemerintah daerah, dengan target 2,4 miliar dengan realisasi 100 persen atau
7,974 milair.
Pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Lambar telah
menganggarkan penerimaan pembiayaan dengan target 83,235 miliar lebih dengan
realisasi 10 persen.
Dalam bentuk perhitungan SiLPA terus mantan anggota DPRD Lambar tiga periode tersebut,
Parosil menjelaskan, capaian kinerja pembangunan daerah dapat dilihat dari
capaian indikator makro pembangunan diantaranya pada tahun 2016 sektor
pendidikan mencapai 97,55 persen yang semula hanya 98,32 persen.
Sektor kesehatan dengan angka harapan hidup tahun 2016
mencapai 66,64 tahun meningkat dari tahun sebelumnya 64,62 tahun, sektor
pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Lambar dengan
menyumbang 53,40 persen.
‘untuk Sektor Perkebunan, mengalami penurunan harga secara
umum yang menunjukan terjadi delapan bulan mengalami inflasi da empat bulan
mengalami deflasi,” tutur dia.
Lebih jauh dikatan Parosil, untuk Terwujudnya Kabupaten
Lampung Barat Hebat Dan Sejahtera yang di catumkan dalam visi-misi RPJMD tahun
2017-2020.
Adalah yang akan dicapai melalui lima terobosan misi yaitu,
mengembangkan wilayah melalui pembangunan insfrastruktur secara berkeadilan,
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehat cerdas dan berdayasaying.
Meningkatakan perekonomian, meningkatkan tata kelola
Pemerinthan yang profesional dan mengembangkan perikehidupan masyarakat yang
agamis, berbudaya, demokratis, kesetaraan gender dan partisipatif.
Guna mencapai lima misi tersebut telah di tetapkan enam
tujuan yang dijabarkan ke 32 sasaran strategis dan 59 indikator sasaran
strategis.
Lanjut Bupati Politisi PDI-Perjungan tersebut pihaknya
mengatkan, dari sisi keuangan yang direncanakan sebagai pendapatan daerah tahun
2018 sampai 2022.
Yaitu, tahun 2018 sebesar 1,13 triliun rupiah lebih, 2019
sebesar 1,24 teriliun rupiah lebih, 2020 sebesar 1,37 triliun rupiah lebih,
2021 sebesar 1,51 triliun rupiah lebih dan tahun 2022 sebesar 1,66 triliun
rupiah lebih.
Proyeksi pendapatan daerah tersebut digunakan untuk belanja
daerah tahun 2018 hingga 2022 diantaranya tahun 2018 sebesar 1,84 triliun
rupaih lebih, 2019 sebesar 1,35 triliun rupiah lebih, tahun 2020 sebesar 1,48
triliun rupiah lebih.
“tahun 2021 sebesar 1,64 triliun rupiah lebih dan tahun 2022
sebesar 1,84 triliun rupiah lebih,” ucap Bapak tiga anak tersebut.
Dengan begitu indikator makro, menurutnya yang telah
direncanakan sejak dirinya dilantik tahun 2017 lalu akan dicapai pada akhir
periode RPJMD dengan terget kondisi jalan mantap, dengan kondisi awal sebesar
51,21 persen menjadi 80 persen, pada tahun 2022.
Target desa yang dialiri listrik pada tahun 2022 100 persen
dengan kondisi awal 82,35, indeks lingkungan hidup 64,12 persen dengan kondisi
awal sebesar 57,16, indeks pembangunan manusia kondisi awal sebesar 65,45
persen menjadi 69,34 persen pada tahun 2022.
Target pendapatan perkapita tahun 2022 menjadi 30 juta
rupiah lebih dengan kondisi awal sebesar 19 juta rupiah lebih. Laju pertumbuhan
ekonomi kondisi awal 5,01 persen menjadi 5,8.
Sampai dengan 6 persen pada
tahun 2022. “untuk desa tertinggal saya tergetkan menjadi 0 persen di akhir
masa RPJMD dari kondisi awal 29 persen,” imbuh dia.(Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar