
LAMBAR-Jika kita berbicara masa lalu,mudah sekali menemukan
budaya gotong royong dalam berbagai bentuk.
Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga
masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat
beragama

Peratin kubuperahu Eri mengatakan,gotong royong mencerminkan
kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat.
Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara
bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas yang bisa
dimanfaatkan bersama katanya.

Lanjut peratin,Budaya gotong royong adalah identitas
nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,Tuturnya.
Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong
berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama.
Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong
berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara
bersama-sama.
Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi
aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari
setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di Sekelilingnya.
Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud
materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan
pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.
Peratin kubuperahu Eri
susiyanto Mengatakan kepada EditorLambar Jum,at (13/4) siang,Dalam perspektif
sosiologi budaya.
Nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam
bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan.
Untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan
bersama atau individu tertentu Gotong royong menjadikan kehidupan Masyarakat
yang lebih berdaya dan sejahtera.
Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan
bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dengan
kegiatan pembangunan masyarakat.
Masih kata Eri Gotoroyong dibalai pekon pemangku satu pekon
kubuperahu kecamatan balikBukit kabupaten
lampung barat Jika dilihat sekilas.
Gotong royong tampaknya hanya terlihat seperti suatu hal
yang mudah dan sederhana.
Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong sekaligus
melahirkan persatuan antar anggota masyarakat.
Dengan persatuan yang ada, masyakarat pekon menjadi lebih
kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.
Namun dibalik kesederhanaannya tersebut, gotong royong
menyimpan berbagai nilai yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat pekon
,tutupnya. (Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar