LAMBAR-Duta Kesehatan Reproduksi dan Seksual (Kesproseks)
Remaja 2018 yang dilaksanakan di Wisma Sindalapai, Liwa Minggu (15/4).
Pesertanya sebanyak 24 orang yang merupakan para Finalis
Muli – Mekhanai Kabupaten Lampung Barat
Tahun 2018.
Sekretaris Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Drs.
Sandarsyah mendampingi Ketua PKBI Cabang setempat HJ. Yulia Makmur Azhari.
Sandarsyah Mengatakan ,kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak
tahun 2013, dengan demikian hingga saat ini telah digelar sebanyak 6 kali.
Tema kegiatan kali ini adalah, “ Duta Kesehatan Reproduksi
Dan Seksual Remaja Kabupaten Lampung Barat, Siap Menyongsong Era Bonus Demograf
i” kata sandarsyah.
Lanjut katanya Tim dari Seleksi dalam kegiatan ini antara
Lain Drs. Tono Suparman, Drs. Sandarsyah, Candra Gunawan, S.Kom.Kasta Brahmana,
dan Burwati, SH MH.
Masih kata sandarsyah, rencananya pengumuman serta penobatan
Duta Kesproseks Remaja Kabupaten Lampung Barat 2018.
Akan dilakukan bersamaan dengan malam Grand Final Muli –
Mekhanai Kabupaten Lampung Barat, Senin (16/4) di Gedung Serba Guna (GSG) Nata Marga Way Megaku.
Dalam kegiatan ini PKBI Cabang Lampung Barat disamping
memberi materi tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yaitu HIV –AIDS.
Kesehatan Reproduksi, Napza (Narkotika, Psikotrofika, dan
Zat Adiktif lainnya) dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
Juga melakukan test tertulis kepada para finalis Muli –
Mekhanai tentang materi – materi tersebut, dan diakhiri dengan melakukan test
wawancara Ucapnya.
DenganTujuan kegiatan ini adalah untuk menjaring remaja yang
peduli terhadap kesehatan reproduksi, yaitu remaja yang dapat menjaga kesehatan
reproduksi dan seksualnya.
Tidak menggunakan NAPZA, tidak berprilaku seks bebas, peduli
dan paham penyakit HIV –AIDS, dan melakukan pernikahan di usia yang matang.
Dengan adanya Duta Kesproseks kita harapkan akan menjadi
contoh remaja-remaja yang lain, terutama remaja-remaja yang ada di Kabupaten Lampung
Barat dan umum remaja-remaja yang lain.
Sehingga kita dapat menyongsong dengan baik era Bonus Demografi
yang akan terjadi pada tahun 2020 – 2035.
kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Visi PKBI yaitu
menjadikan pusat unggulan Seksual And Reproductive Healt Right (SRHR) yang
mandiri tahun 2020.
Dengan Misi,mengembangkan pusat informasi,edukasi,dan pelayanan
kesehatan reproduksi dan mengembangkan
pemberdayaan masyarakat.
Dan melakukan advokasi kesehatan reproduksi, pungkas Sandarsyah. (Ir/EditorLambar.Com)
Dan melakukan advokasi kesehatan reproduksi, pungkas Sandarsyah. (Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar