
LAMBAR-Dengan meningkatnya anggaran DAK Bidang Kesehatan
Tahun 2017 untuk kegiatan fisik dan nonfisik, diharapkan dapat mendukung
pembangunan kesehatan di daerah yang sinergis.
Dengan prioritas nasional.
Pengalokasian DAK Bidang Kesehatan ini, tidak untuk mengambil alih tanggung
jawab Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pembiayaan pembangunan kesehatan di
daerah.
Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.

Dalam konsep pembangunan nasional, Kementerian Kesehatan
bertanggung jawab melaksanakan Program Indonesia sehat yang bertujuan untuk
yang pertama.
Meningkatkan pengetahuan, kemauan,dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang dalam lingkungan hidup yang sehat agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang optimal melalui terciptanya perilaku hidup sehat.
Sehingga
terwujudnya bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera,terpenuhinya kebutuhan
dasar masyarakat di bidang kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat setinggi-tingginya.

Pelaksanaan program Indonesia Sehat ini
memerlukan kerangka regulasi dan kebijakan pembiayaan pembangunan kesehatan
yang komprehensif antar pemerintahan dan masyarakat.
Mempertimbangkan tanggung jawab pengelolaan DAK Bidang
Kesehatan berada di tangan Bupati/Walikota yang secara teknis dilaksanakan oleh
Kepala Dinas Kesehatan dan atau Direktur Rumah Sakit Daerah.
Maka Kementerian
Kesehatan menyiapkan pilihan kegiatan yang perlu dilakukan,agar tujuan
pembangunan kesehatan secara nasional dapat tercapai.
Untuk itu,
prinsip-prinsip tata kelola yang baik (Good Governance ) yakni transparan,
efektif, efisien, akuntabel dan tidak duplikasi dengan sumber pembiayaan
lainnya; harus menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh
para pelaksana pembangunan kesehatan di daerah.
Petunjuk Operasional merupakan
pedoman penggunaan DAK Fisik Bidang Kesehatan Tahun 2017 yang berisi penjelasan
rinci kegiatan pemanfaatan DAK Fisik Bidang Kesehatan. Untuk DAK Fisik terdiri
dari DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan,.
DAK Fisik Penugasan Bidang Kesehatan,
dan DAK Fisik Reguler Bidang Kesehatan yang meliputi Subbidang Pelayanan
Kesehatan Dasar, Subbidang Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Subbidang Pelayanan
Kefarmasian dengan tujuan umum.

Mendukung daerah dalam penyediaan dana
pembangunan bidang kesehatan untuk mencapai target prioritas nasional bidang
kesehatan .
Meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana dan alat yang
sesuai standar di RS Rujukan Nasional, Regional, Provinsi dan RS Daerah
Prioritas,meningkatkan ketersediaan Rumah Sakit Kelas D Pratama c.
Meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana dan alat di puskesmas
yang memenuhi standar; d meningkatkan jumlah puskesmas dengan ketersediaan obat
dan vaksin esensial e.
Meningkatkan jumlah Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang
melakukan manajemen pengelolaan obat dan vaksin sesuai standar.
Sasaran Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, beserta
Unit Pelaksana Teknis (UPT)- nya termasuk puskesmas di daerah terpencil,tertinggal dan kepulauan.

Rumah Sakit Daerah Non-Rujukan
Nasional/Regional/Provinsi dan Rumah Sakit Daerah Non Rujukan Rumah Sakit Kelas
D Pratama.
Ruang Lingkup Ruang lingkup penggunaan DAK Fisik Bidang
Kesehatan Tahun 2017 diarahkan untuk kegiatan DAK Fisik Afirmasi Peningkatan
atau pembangunan puskesmas perbatasan, termasuk peralatan dan prasarana
puskemas.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Bersama Wakil Bupati
Lambar Drs. Mad Hasnurin beserta Rombongan Jumat 13/07/2018 mengikuti senam bersama ibi-ibu PKK Kecamatan Tembelang Kecamatan Bandar
Negeri Suoh.dilanjutkan dengan gontong royong bersama masyakarat setempat.
Setelah gontong royong Bupati Lambar beserta rombongan
melanjutkan perjalanan meninjau dan peletakan Batu untuk pembangunan POM Bensin
di Pekon Gunung Ratu BNS.Kemudian Bupati bersama rombongan.
Lanjut ke acara
peletakan Batu Pertama Gedung Baru Puskesmas Rawat Inap Sri Mulyo Kecamatan
Suoh ,Yang Di Lakukan Oleh Bupati Lambar Parosil Mabsus di damping oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin, Kadiskes Paijo, Kepala OPD,
Unsur Muspika, Kepala UPTD Puskesmas dan lainnya, Jumat 13/07/18, Di Sri Mulyo
Di Kecamatan Suoh Kabupaten Lambar.
Kepala Dinas Kesehatan Paijo menyampaikan 2017 Pemda Lambar
mendapat anggaran melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat berupa
DAK fisik dan non fisik.
Khusus Untuk DAK Fisik Ada 8 Puskesmas Yang Di
Bangun Seperti Sri MulyoSelain Pembangunan Fisik Berupa Gedung Puskesmas Baru
Siangnya Akan Di Lanjutkan Peletakan Batu Pertama Di Bandar Negri Suoh. “Selain
itu ada pembangunan 4 rumah dinas dokter dan para medis dan 7 pembangunan
Sumur Bor.
Dan juga pengadaan motor sebanyak 34 dan lain sebagainya”, Selanjutnya
di kecamatan Sri Mulyo ini terdapat 3 kegiatan pembangunan gedung induk,
pembangunan perumahan dokter dan sumur Bor.
Lanjut Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan
keberhasilan dari pada pembangunan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah
tetapi harus bersinergi dan harus mendapat dukungan daripada masyarakat
setempat.
“Saya pernah memberitahu bapak kadiskes bagaimanapun
bentuknya masyarakat harus diajak dan diberikan informasi bahwa pelayanan
kesehatan yang ada di puskesmas sri mulyo ini suka tidak suka pasti akan
terganggu karena kita akan membangun gedung baru.
Jadi meskinya masyarakat di
undang supaya tahu bahwa memang puskesmas sri mulyo ini dalam tahap pembangunan
sehingga pelayanan yang mungkin waktu itu sudah baik karena tempatnya di
pindahkan atau gedungnya masih dalam pembangunan otomatis pelayanannya akan
terganggu sehingga.
Dengan harapan tidak ada lagi bahwasanya masyarakat
mengetahui bahwa puskesmas ini kurang baik serta mengetahui bahwa masih dalam
rangka pembangunan”, Ungkapnya.
Selanjutnya oleh karna itu kepada warga masyarakat Sri Mulyo
bersyukurlah dengan adanya pembangunan puskesmas ini, tentunya untuk
memenuhi pelayan kesehatan masyarakat semoga pembanguan ini cepat selsai dan
dapat digunakan oleh masyarakat.
Masih kata Bupati mengatakan sebagai warga masyarakat kita
merasa banga atas di bangunnya puskesmas rawat inap.
Sehingga masyarakat
khususnya kecamatan Bandar Negri Suoh dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh jika
harus berobat dan rawat inap dengan demikian pembangunan ini milik kita semua
dan bukan milik pemda saja dan karenanya dalam pemberian pelayanan harus baik
dan di tingkat kan lagi.
Pembangunan sarana kesehatan pada hari ini menjawab adanya
kemajuan dalam bidang kesehatan apa yang kita kerjakan sekarang ini akan
memajukan yang akan datang oleh sebab itu bupati ingatkan kepada jajaran pemkab
agar jangan hanya gedung saja yang bangun.
Akan tetapi SDM Pegawai serta
pelayananya harus di tingkatkan sehingga memiliki syarat akreditasi yang pada
akhirnya masyarakat yang sakit menjadi sehat.
Selanjutnya Bupati Berserta
rombongan melanjutkan perjalanan meninjau Lokasi Pembangunan GSG di Pekon Tugu
Ratu Kecamatan Suoh sekaligus safari Jumat di Pekon Sidorejo.(Editorlambar.Com)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar