
LAMBAR – Kopi lampung memang sangat pantas mendapat
julukan sebagai salah satu kopi terbaik dan kualitas internasional,karena aroma
dan rasanya yang pas. Kopi Lampung Barat pada umumnya adalah kopi
jenis robusta.
Di pasaran nasional kopi Lampung Barat sudah cukup dikenal.
Selama ini ekspor kopi Lampung didominasi hanya pada jenis kopi Robusta dengan
kualitas (Grade) IV, dan terbatas hanya berupa biji kopi saja. Perkebunan Kopi
Lampung Barat di dataran tinggi dan rendah artinya kabupaten lampung barat sebagian
besar adalah perkebunan kopi,lada Cengkeh. Khususnya di daerah Tanggamus,
Lampung Barat dan Lampung Tengah.
Data menunjukkan luas lahan tanaman kopi Kabupaten Lampung
Barat mencapai 60,347,7 hektare lebih, dengan hasil kopi kering per
tahun mencapai 29.712 ton per hektar/tahun. Kabupaten Lampung Barat telah
dijadikan contoh perkebunan terbaik di Provinsi Lampung dan Nasional.

Daerah
ini menjadi contoh terbaik di Provinsi Lampung dalam peningkatan produksi dan
mutu kopi. Komoditas kopi menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat
yang tinggal di Lampung Barat baik di pinggiran kota maupun di pedalaman.
Potensi
kopi Lampung Barat setiap tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal
tersebut membuktikan komitmen pemerintah dalam mengupayakan peningkatan mutu
kopi, yang diikuti pula dengan peningkatan ekonomi petani. Dalam perspektif
lebih jauh, bagi masyarakat Lampung, kopi bahkan merupakan identitas yang dapat
diurai dari aspek sejarah, sosial, budaya, dan adat istiadat.
Dengan Demikian Bupati Lampung Barat,Parosil Mabsus,S.pd..Selasa
(13/11/2018) menyerahkan bantuan kegiatan sumber dana APBN, bantuan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan
tahun 2018,yang bertempat di Anjungan Kampung Kopi, Pekon Rigis Jaya Kecamatan
Air Hitam.

Dalam acara tersebut,Turut hadir Ketua DPRD Edi Novial, S.
Kom, Anggota DPRD Lambar Azhari, SH., Ahmad Sayuti, serta Hendra Irawan, OPD,
Camat dan peratin di Kecamatan Air Hitam, serta ketua dan kelompok tani yang ada
di Air Hitam.
Masih kata Bupati,Parosil sapaan (Pacik),menambahkan,kegiatan
tersebut bahwa "pembangunan sub sektor perkebunan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam perekonomian daerah yang ditunjukkan dengan kontribusi
yang cukup besar terhadap Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Kabupaten
Lampung Barat dimana Lambar merupakan pusat penghasil Kopi Robusta terbesar di
Provinsi Lampung", ungkapnya.
Namun demikian, dalam upaya pembangunan perkebunan utamanya
pengembangan komoditas Kopi Robusta sebagai komoditas unggulan Kabupaten
Lampung Barat masih dihadapkan pada permasalahan klasik yaitu produksi,
produktivitas dan mutu yang masih rendah oleh karena itu penyerahan bantuan
sarana dan prasarana pertanian pada hari ini merupakan stimulan untuk mendukung
percepatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu komoditas perkebunan
utamanya komoditas Kopi Robusta.
Selanjutnya, pengembangan kemampuan kelompok tani yang ada
di seluruh pekon di Lampung Barat menjadi penopang utama pengembangan kopi di
Lampung Barat Kelengkapan perlengkapan, ketersediaan pupuk dan bibit
unggul serta infrastruktur di lingkungan pertanian dan perkebunan akan
memudahkan petani dalam rangka mencapai produktivitas yang tinggi disertai
kualitas kopi yang baik.
Popularitas Kopi Lampung Barat sudah mencapai tingkat
kualitas internasional untuk terus dikembangkan, mari bersama kita kembangkan
kopi sebagai komoditas unggulan di Lampung Barat.
Lanjut Bupati,menyampaikan akan mengembangkan komoditas Lada
dan Kakao sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat Lampung Barat,
tutupnya.
Dengan demikian Kepala Dinas Perkebunan Ir. Tri Umaryani
melaporkan bahwa bantuan yang diberikan berupa bantuan dari Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) berupa alsintan
yang terdiri atas mesin Roasting kap 3 kg sebanyak 2 unit.
Mesin Roasting
kap 5 kg sebanyak 1 unit, mesin penyiang gulma sebanyak 33 set, terpal jemur
sebanyak 200 lembar, mesin huller sebanyak 19 unit, mesin pulper sebanyak 4
unit, mesin pencuci kopi sebanyak 1 unit, mesin grader sebanyak 1 unit, mesin
bubuk kopi sebanyak 2 unit.
Selain itu ada bantuan dari Kementerian Pertanian
untuk peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan yang
terdiri atas intensifikasi kopi robusta sebanyak 100 Ha.
Peremajaan Kopi
Robusta sebanyak 630 Ha, sertifikasi organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik
(LSO) di desa organik berbasis komoditas perkebunan sebanyak 3 kt, alat
pembuat lubang tanam dan rorak sebanyak 41 unit, fasilitasi pengolah kopi sebanyak
3 kt, alat pasca panen kopi sebanyak 5 kt, irigasi perpompaan sebanyak 1 kt,
fasilitasi pembentukan lem (lembaga ekonomi masyarakat) sebanyak 6 kt, bantuan
benih lada sebanyak 2 kt, bantuan desa mandiri benih kopi robusta sebanyak 2
kt. (Ir)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar