
LAMBAR- Dalam melestarikan budaya yang dalam hal ini
diimplementasikan dalam sebuah kegiatan festival sebagai sarana pencitraan dan
pelestarian budaya.
Melalui proses perencanaan program komunikasi yang baik dan
terarah akan mampu menghasilkan sebuah program festival budaya yang
efektif sebagai sebuah sarana pencitraan di dalam pelestarian budaya.
Festival sebagai bagian dari kegiatan Public Relations, diharapkan dapat
menjadi salah satu pilihan bagi pihak-pihak terkait sebagai sarana pencitraan
budaya.
Festival merupakan sarana komunikasi yang penting untuk
membangun, memberdayakan, dan pengakuan suatu identitas budaya.
Karenanya, sebagai sebuah sarana komunikasi, maka sudah selayaknya sebuah event
festival direncanakan melalui proses perencanaan strategis komunikasi agar
dapat berjalan dengan efektif .

Budaya, merupakan sebuah produk sosial yang dapat dinyatakan
sebagai,Gaya hidup yang relative khusus dari suatu kelompok masyarakat –yang
terdiri atas nilai-nilai, kepercayaan, artifak, cara berperilaku, serta cara
berkomunikasi- yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan menyadari akan fenomena dan dampak globalisasi
terhadap eksistensi kebudayaan lokal dalam rangka kekuatan unggulan daerah
dalam berkompetisi memasuki persaingan-persaingan global, maka diperlukan
sebuah program pelestarian dan pengembangan kebudayaan guna memperkokoh
ketahanan budaya bangsa.
Dalam konteks pemahaman tersebut, kegiatan pokok
yang perlu ditempuh antara lain adalah upaya pencitraan budaya melalui strategi
perencanaan dan pengelolaan yang sistematik, pengemasan produk-produk
kebudayaan yang menarik dan tepat sasaran.
Guna disebarluaskan kepada
seluruh lapisan masyarakat baik nasional maupun internasional dalam upaya
pelestarian budaya dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat akan kebudayaannya
sendiri.
Dengan demikian dalam Kehadiran Plt Kepala BPIiP Prof. Dr.
Hariyono, M. Pd dalam pagelaran Festival Kebangsaan, Rabu (14/11)
sekaligus meresmikan Lapangan Sukarata untuk mengenang perjalanan Ir. Soekarno
di Sumber Jaya pada 14 November 1952 silam.
Prof. Hariyono menyampaikan bahwa "kegiatan ini sebagai
perekat hubungan semua elemen yang ada di Lampung Barat khususnya dan Indonesia
umumnya, dan membina Bhineka Tunggal Ika serta dapat mengamalkan
Pancasila agar Lampung Barat menapaki peradaban yang lebih maju dan lebih jaya
serta selalu aman wilayahnya untuk selanjutnya", jelas Hariyono.
Dalam sambutannya Prof. Hariyono menyampaikan bahwa
"kegiatan ini sebagai perekat hubungan semua elemen yang ada di Lampung
Barat khususnya dan Indonesia umumnya, dan membina Bhineka Tunggal Ika
serta dapat mengamalkan Pancasila agar Lampung Barat menapaki peradaban yang
lebih maju dan lebih jaya serta selalu aman wilayahnya untuk selanjutnya",
jelas Hariyono.
Sesuai dengan Icon Festival Kebangsaan Lampung Barat tahun
ini adalah Ir. Soekarno yang merupakam pencetus pertama Pancasila sebagai dasar
negara maka seluruh lapisan masyarakat.
Diharapkan dapat melestarikan Pancasila
dan perjalanan perjuangan Bung Karno penuh dengan nilai-nilai luhur kebangsaan,
jiwa heroik dan semangat patriotisme yang patut menjadi teladan bagi
seluruh elemen bangsa,
Ir. Soekarno yang merupakam pencetus pertama Pancasila
sebagai dasar negara maka seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat
melestarikan Pancasila dan perjalanan perjuangan Bung Karno penuh dengan
nilai-nilai luhur kebangsaan,jiwa heroik dan semangat patriotisme yang
patut menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa,dengan Festival Kebangsaan ini
dapat berkibar dan menjadi resonansi bagi daerah lain sehingga dapat
bertanggungjawab membina kebangsaan bersama, tutupnya.(Ir)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar